[TW] : Kuala Lumpur Malaysia

Published Juli 11, 2012 by Eonni

Tripnya sih benernya udah bulan Maret 2012 kemarin tapi baru sempat nulisnya sekarang maklum dech sok sibuk euii. Yuk .. ikuti jalan2 Emak dan Ayah ke KL …..

Sekitar bulan Nov 2011 Ayah lihat web salah satu maskapai termurah di dunia Air Asia sedang promo tiket Solo – KL pp hanya Rp 750.000 untuk penerbangan Feb – Maret 2012. So mumpung murah nih maka Ayah booking 2 tiket untuk bulan Maret. Benernya lamaaa banget oii nunggu jadwal terbangnya tp gpp lah, toh kami juga hanya untuk liburan aja.

Day 1

Hari yang di tunggu tiba. Setelah nitipin anak2 ke Ibu (Neneknya anak2) kami berangkat ke Adi Sumarmo – Solo jam 13.00 an coz jadwal terbang jam 16.00. Dan berhubung cuaca sedari pagi memang hujan dan ternyata di KL juga cuaca buruk so delay 2 jam.

Penerbangan kurang lebih 3 jam. Setelah urusan imigrasi kelar kami langsung ke loket bus yang membawa ke kota Kuala Lumpur. Ada bermacam2 armada bus yang tarifnya cukup murah hanya 6 – 9 RM (1 Rm = Rp 3.000 ). Kalau ongkos taksi dari ke pusat kota sangat mahal. Jadi naik bus saja toh busnya juga full AC dan bersih. Tujuan kami KL Sentral yaitu seperti pusat Stasiun baik itu Bus, Taxi, Monorail dan Express Rail Link (ERL). Psst jangan lupa ambil MAP KL di pusat informasi KLIA (Kuala Lumpur International Airport) biar nggak nyasar.

Sampai di KL Sentral ternyata jam operasional Monorail sudah tutup, terpaksa kami naik taksi ke kawasan Bukit Bintang karena di sana banyak sekali hotel dari kelas biasa sampai kelas bintang 5. Untunglah sopir taksinya keturunan Medan jadi kloplah kami ngobrolnya. Jam 01.00 pagi kami akhirnya masuk hotel. Langsung terlelap begitu kepala mencium bantal.

Day 2

Kami sengaja keluar hotel pagi2 banget soalnya tujuan utama kami Twin Tower Petronas. Yang tiap harinya hanya 1.500 orang saja yang di perbolehkan naik. Dari Bukit Bintang kami naik monorail

dan turun di stasiun Bukit Nanas Kemudian jalan kaki melewati Malaysia Tourism Center yang di sebelahnya ada Cocoa Boutique di Jalan Ampang.

Sampai di Twin Tower Petronas ternyata yang mengantri untuk  mendapatkan tiket sudah banyak. Dilihat dari paras wajah dan cara berpakaian wisatawan sepertinya berdatangan dari berbagai negara. Termasuk juga ketemu org Indonesia juga.

Perut udah keroncongan coz belum sarapan, untunglah café di sebelah loket antrian sudah buka …  lumayan roti hangat dan kopi (ayah) coklat panas (emak) jadi pengganjal sementara.

HTM  Twin Tower Petronas 50 RM sekitar Rp 150.000 dan walau kami sudah antri dari pagi tetap akhirnya dapat giliran sore jam 18.00 so setelah dapet tiket kami berkeliling sebentar sebelum memutuskan jalan2 ke Genting Highland dahulu dan ntar sore balik ke Twin Tower.

Petronas Twin Towers, juga biasa disebut KLCC  merupakan menara kembar yang tertinggi di dunia ada 88 lantai. Sejarah menara-menara tinggi di dunia dan sejarah pembangunan menara kembar ini bisa dilihat di dalam sebuah show room yang berada di sebelah counter tiket.

Selain itu juga terdapat Petronas Philharmonic Hall tempat pertunjukan acara musik klasik hingga jazz, Petrosains Science Centre, Petronas Art Gallery dan Kuala Lumpur Convention Centre, dimana The Aquaria Oceanarium berada. Untunglah kami datang bukan hari Senin karena pada hari itu Twin Tower di tutup untuk umum.

Dan tepat di bawah tower terdapat  pusat perbelanjaan yang besar dan elit yang diberi nama KLCC Suria Shopping Complex. Berbagai tenat merk bergensi dunia ada di sini. Dan ada sebuah taman

Kami kembali naik monorail dr Bukit Nanas menuju Titiwangsa. Di sebelah stasiun Titiwangsa ada Perkeliling Bus Terminal dari sini kami naik bus menuju Getting Highland harga tiketnya 8 RM. Perjalanan di tempuh sekitar 2 jam ke luar kota sampai di Genting highland tak lupa kami langsung beli tiket kembali ke KL.

 

GENTING HIGHLAND

Terkenal sebagai tempat hiburan keluarga dan terdapat juga Casino terbesar di Asia. Dan jangan heran di sini turisnya paling banyak orang Indonesia karena banyak sekali percakapan menggunakan bahasa Indonesia dan bahkan ada rombangan  oma oppa bercakap2 dengan dialek jawa timuran. HTM terusan 50 RM wahana permaianannya hampir setipe dengan Dufan dan Trans Studio tapi untuk ukuran luas dan kenyamanan, emak lebih milih Trans Studio dech.

Di Genting,  emak hanya berani ngicipin kwetiau nya chinesfood cos tadi pagi sarapan nasi goreng ala KL ternyata aneh di lidah he he he he. Walau chinessefood tapi nggak khawatir karena terpampang label halal di temboknya.

Dengan armada bus yang sama kami kembali ke KL, dari Stasiun monorail Titiwangsan turun ke Bukit Nanas masih sekitar jam 15.00 jadi masih ada waktu 3 jam kami manfaatkan mengunjungi dulu KL Tower yang letaknya tidak begitu jauh dr stasiun.

 

KUALA LUMPUR TOWER

Letak KL Tower hanya sekitar 20 mnt jalan kaki dari Twin Tower. Yang ada di area KL Tower adalah Animal Zone (mini kebun binatang), Pony Ride (naek kuda poni), Taman Eko Bukit Nanas yaitu kawasan Hutan tertua di Malaysia, disini ada pohon Jelutong (Dyera Costalata) yang di klaim usianya 110 th.

Lalu ada Kampung Budaya 1 Malaysia yang berisikan replica rumah2 tradisional Malaysia dan kebetulan waktu itu menampilkan entah jenis tarian apa namun agak2 mirip tari Serampang 12 Sumatra (kita serumpun kan ya ).

Kemudian ada Teater😄 dan Simulator F1 hanya saja tiketnya terlalu mahal untuk sekedar menjajal simulasi F1. Kami lebih memilih naik ke atas Tower.

Masuk lobby tower kami di suguhi pemandangan kubah yang gemerlapan. Kubah ini disusun mengikuti bentuk sesangga atau ‘ Muqarnas ‘ replica bentuk yang berasal dari Esfahan , Iran. Membentuk corak kasar yang lebih besar di bagian bawah sebagai symbol tujuh lapisan langit.

Dengan paket 48 RM hanya sampai di Pelantar Pemandangan Tower di sini bisa menikmati pemandangan KL dari ketinggian 276 m dpl. Ruangan ini di lengkapi audio dgn 11 bahasa pengantar dan teropong tentu saja. Lantai ini juga ada beberapa kios yang menjual souvenir khas Malaysia tapi Emak sarankan beli pernak pernik oleh2 di Lantai dasar saja karena harganya lebih murah.

Untuk paket 67 RM pengunjung bisa sekalian menikmati lunch di Atmosphere 360 Restoran Berpusing atau berputar. Tarif dinner 125 RM .. cukup mahal kaannn. Dan ternyata lantai restoran benar2 berputar. Saat kami makan merasa Twin Tower ada di sebelah kanan eh .. nggak lama kemudian udah ada di belakang. Benar2 asyik apalagi pilihan menu dan cake serta appertiser yang di tawarkan sesuai lidah (tapi Emak tetap saja merasa nasi gorengnya aneh). Kami boleh ambil apapun sekenyangnya. Hehehe kesempatan soalnya tadi hanya terganjal kwetiau.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tapi nggak bisa lama2 di KL Tower karena jam udah nunjukin 17.30 kami harus buru2 ke Twin Tower. Perut memang kenyang tapi kalau setelah itu berjalan cepat2 ya tentu saja sakit lah. Ingin naik taksi kok ya jaraknya dekat sekali , naik monorail juga nggak mungkin. Ojek ? .. huh u hu nggak ada kaleee.

 

TWIN TOWER PETRONAS

Finnaly akhirnya nyampe juga walau dengan nafas ngos2an. PAS persis giliran jam yang tertera di tiket, kami nggak berani spekulasi bakal ada acara ngaret spt di Indonesia😛 *miris*

Sebelum masuk kami di beri id card pengunjung, untuk tas memang tidak di periksa tapi dimana2 petugas lumayan ketat mengawasi para pengunjung.

Level 41 adalah lantai pertama yang kami kunjungi setelah paling 5 menit di dlm lift. Level ini disebut SKYBRIDGE dengan ketinggian 170m jd inget filmya Catherine Zeta Jones yang gelantungan di skybridge ini (judul filmnya lupa)

Puas berfoto sambil ndengerin Guidenya kami lanjutkan ke level 84 dan kemudian pindah lift dengan kapasitas lebih sedikit menuju level 86 yaitu level tertinggi yang bisa di kunjungi wisatawan.

Disini terdapat miniatur Twin Tower dan maket beberapa banguan di kota KL. Yang menarik diantaranya layar tv besar yang gunanya untuk menangkap kode emetrik yang tercetak pd tiket dengan sensor. Jadi saat tiket di arahkan ke sensor tv maka seolah2 tangan kita ada bangunan Twin Tower. Menarik sekali.

Karena sudah malam atau memang waktu yang terbatas kami kemudian di persilahkan turun dan mengakhiri kunjungan di Twin Tower. Walau singkat tapi cukup menarik apalagi petugasnya ramah2.

Sebelum kembali ke hotel kami sempatkan mampir dulu di KLCC Suria Shopping Complex disini bisa puas belanja belanji dengan kualitas barang yang benar2 bagus. Tapi sayang kamera foto dan handycam di larang keras jadi gak ada dokumentasinya.

 

Chinatown Petaling Street

Jam 19.00 an kami balik ke hotel, hanya mandi dan kemudian jalan lagi. Jalan Petaling atau lebih dikenal dengan nama Petaling Street merupakan pusat jualan warga Cina (Chinatown) Kuala Lumpur yang banyak mengabadikan suasana tradisinya terutama sekali di waktu malam. Pedagang  menggelar barang-barang mereka di sepanjang jalan tersebut.

Petaling Street adalah tempat yang terbaik untuk mencari barang-barang bermerk yang palsu alias KW gitu dan juga tempat yang tepat untuk mencari makanan chinese food. Masih ada banyak barang-barang lain yang bisa anda temukan di sini mulai dari mutiara, kaos, mainan dan asesoris-asesoris lainnya. Wisatawan tidak akan kekurangan pilihan makanan di sini karena terdapat pelbagai jenis sajian ditawarkan dan terdapat restoran-restoran yang telah beroperasi beberapa generasi lamanya.

Di ujung Jalan Petaling terdapat sebuah toko bernama Chan See Shu Yuen yang dibuka sekitar tahun 1906. Bagian dalam toko ini mempunyai sebuah space halaman yang terbuka dan memaparkan lukisan serta ukiran yang indah dan halus. Arca-arca tembikar disusun dibagian luar toko. Sementara dibagian dinding luar dan bumbung toko terdapat ukiran yang halus dan menarik.

 

Tak jauh dari Petaling Street terdapat Kuil India Selatan yang dinamakan Sri Maha Mariamman Kuil ini terletak di Jalan Tun H.S.Lee, hanya beberapa menit perjalanan dari Jalan Petaling. Kuil yang dibangun pada tahun 1873, dikatakan merupakan kuil Hindu yang paling cantik dan dihias indah jika dibandingkan dengan kuil yang ada di seluruh Malaysia. Unsur rekabentuk dan arca yang menghiasi kuil ini termasuk ukiran dewa-dewa Hindu, hiasan emas, batu permata dan corak-corak yang dilukis tangan. Lantai dari Itali dan Sepanyol juga menyempurnakan hiasan di sini. Sebuah kereta kuda bersalut perak yang disimpan di dalam kuil ini seringkali digunakan sewaktu arak-arakan keagamaan untuk membawa arca dewa berarak di jalan raya ibukota.

Di luar Kuil Sri Maha Mariamman terdapat gerai-gerai menjual kalungan bunga jasmin yang harum baunya. Bau ini berbaur dengan bau yang dibawa angin dari kedai-kedai di seberang jalan termasuk bau obat herbal tradisional Cina dan air kopi.

Dan disepanjang jalan ini, juga akan menemukan banyak bangunan kuno seperti Lee Rubber building, Kwong Siew Association, Sri Maha Mariammam Temple, the Old High Street Police Station, the Old Victoria institution, the Old Post Office, the Old China Café, the Police Sikh Temple, Chan See Shu Yeun Association dan di ujung jalan ini akan ada banyak pedagang makanan kaki lima.

Yang jadi acuan di sini adalah TAWARLAH serendah mungkin dan berhati-hatilah dengan para pencopet dan jambret jika anda berada di tengah keramaian. (sama dunk di Indonesia jambret bin copet juga ada )

BUKIT BINTANG WALK

Puas ngubek – ubek china town kami balik ke kawasan Bukit Bintang tapi nggak balik ke hotel tapi lanjut ke Bukit Bintang Walk. Bintang Walk ini terletak di sepanjang Jalan Bukit Bintang yang merupakan daerah perbelanjaan / shopping. Tempat menjadi salah satu surga bagi para shopaholic. Kafe, restoran, klub, toko, mal, dan banyak lagi tempat hiburan memenuhi jalan ini. Pada akhir pekan, ribuan masyarakat lokal maupun wisatawan mancanegara akan memenuhi daerah Bintang Walk ini dan pusat perbelanjaan yang ada di dearah ini akan ramai sekali. Hampir setiap peristiwa besar akan dirayakan di sini malam seperti Countdown Tahun Baru, perayaan-perayaan lainnya serta fashion show, konser jalanan dan pesta-pesta jalanan.

Pusat perbelanjaan ternama di kota Kuala Lumpur biasanya berada di lokasi ini, termasuk Berjaya Times Square, Bukit Bintang Plaza, Imbi Plaza, Kuala Lumpur Plaza, Low Yat Plaza, Starhill Galeri, Sungei Wang Plaza, Lot 10 dan yang baru dibuka Pavillion KL.

Imbi adalah daerah komersial yang terletak di dekat kawasan Bukit Bintang dan menjadi tempat wisata yang populer bagi para wisatawan, daerah ini akan sangat ramai saat hari libur dan puncak hari raya. Berjaya Times Square adalah salah satu pusat perbelanjaan dan hotel yang terletak di Imbi.

Kalau lapar jangan khawatir di sini banyak tempat makan di sepanjang Jalan Alor ini, jalan ini memang dibuat untuk memfasilitasi para penjaja makanan dengan cita rasa lokal mulai dari Cina, India, Indonesia, Thailand, Malaysia dan bahkan perpaduan diantaranya. Terletak di sebelah kanan jalan Bukit Bintang, Jalan Alor sangat populer dengan hidangan lokal yang lezat, dihidangkan secara tradisional dengan suasana tempat terbuka, dengan kursi dan meja yang ditata di sepanjang pinggiran jalan. Biasa kalau di Indonesia kita sebut tempat makan kaki lima. Ini adalah tempat yang paling ramai baik siang maupun malam hari, dipenuhi oleh pekerja kantoran di siang hari dan turis di sore dan malam hari

Abis jalan sepanjang Bukit Bintang dan makan kenyang di kawasan ini juga menawarkan pijat reflesi hingga spa. Tapi yang bikin kesel setengah mati, kami jalan sudah bergandengan tangan , mesra pula . … eh eh ada calo nawarin pijat plus plus

Semula kami nggak paham dia nawarin apa karena hanya bilang “ mau china, thiland , melayu semua ada “ sambil bawa album foto. Ealah selidik punya selidik nawarin pramuria. Hebatnya bukan hanya foto cewek tapi cowok juga .. Alamaakkk.

Jika ingin membeli coklat khas Malaysia di sini juga banyak yang jual dengan kualitas tak kalah dengan Cocoa Boutique.

 

Day 3

Kalau di bilang belum puas keliling KL ya memang belum puas karena masih banyak tempat yang belum kami kunjungi tapi karena sudah terlanjur beli tiket pulang dan yang utama rasa kangen anak sudah nggak kebendung.

Jam keberangkatan pukul 16.00 jadi kami masih ada kesempatan mengunjungi beberapa obyek wisata lagi. Pagi kami sudah ChekOut dan dgn monorail menuju KL Sentral. Di KL Sentral kami pindah naik Kelana Jaya (putra) Line, monorail juga hanya beda jalur dengan kapasitas lebih besar dgn tujuan Stasiun Pasar Seni. Di Dekat Pasar Seni ada kawasan Perdana Botanical Garden semacam kawasan terpadu untuk wisatawan.

Pict rute kelana jaya n mesin tiket

Untuk luas Kawasan Perdana Botanical Garden  Emak nggak tau sih, hanya saja disini ada beberapa tempat yang bisa di kunjungi wisatawan. Tempat2 tersebut letaknya berdampingan.

Nasional Mosque Malaysia atau Masjid Negara .. jadi tempat pertama yang kami kunjungi sesuai peta namun kami hanya berfoto di luar saja karena waktu itu bukan waktu sholat jadi bagian dalam masjid di tutup. Tak jauh dari situ ada ISLAMIC CENTER dan ISLAMIC ARTS MUSEUM.  

Lalu AGENSI ANGKASA NEGARA / PLANETARIUM NEGARA disini bisa melihat bintang menggunakan teropong raksasa seperti Boscha di Lembang Jawa Barat.

Di lanjut MUZIUM POLIS DIRAJA MALAYSIA , museum ini tentang sejarah kepolisian di Malaysia.

Kemudian MEMORIAL TUN RAZAK , beliau pahlawan sekaligus pendiri Negara Malaysia. BUTTERFLY PARK atau taman Kupu-kupu (Indonesia juga ad ataman seperti ini letaknya di Cihanjuang – Ciamis ). DEER PARK , ORCHID GARDEN, PERDANA LAKE, ANNIVERSARY THEATRE (teatre  3 D ) dan terakhir BIRD PARK atau taman burung dan disini HTM agak mahal 48RM untuk menikmati aneka macam burung.

Dari Bird Park kami kemudian naik taksi kembali ke KL Sentral, Taksi di sini memang nggak pakai argo tapi dikelola oleh agen yang stand by di tempat2 tertentu. Dr Bird Park ke KL Sentral kena chash 14RM.

Sewaktu naik taksi kami ternyata melewati NATIONAL MONUMENT yach semacam bangunan patung di tengah taman gitu dech.

Dari KL Sentral kami kembali naik Bus jurusan KLIA (Kuala Lumpur International Airport). Sepanjang jalan terasa lenggang, entah karena jalannya yang lebar2 (ada yang 8 jalur) atau tidak banyak warga yang menggunakan kendaraan pribadi karena fasilitas transpotasi umum sangat nyaman (berharap Indonesia menerapkan moda transpotasi yang pro ke rakyat). Atau juga karena warganya benar2 disiplin dalam mematuhi rambu2 lalu lintas.

Sampai di KLIA counter chek in belum buka dan kami putuskan makan dulu dan berkeliling melihat2 toko2 di airport. Tapi Emak sarankan jangan beli oleh2 di airport karena harga yang ditawarkan hampir 3 x lipat dengan harga di luar.

Jam 16.00 pas Air Asia take off menuju Adi Sumarmo Solo. Emak sudah nggak sabar ketemu 3 cinta yang janji jemput di airport. Dari jendela terlihat hamparan kebun kelapa sawit yang mengelilingi kawasan KLIA. Maybe next time Emak bakal balik lagi kesini dan saat itu anak2 akan ikut serta. C U again Malaysia.

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: